Kamis, 19 Mei 2016

Shakira Andien Adeeva

Putri kecil dambaan telah lahir.
Meskipun secara caesarean pada tanggal 18 Maret 2016 lalu, akan tetapi Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar.
Awalnya sih lumayan keder juga begitu mendengar penjelasan dokter, bahwa posisi jabang bayi dalam rahim istriku berada pada posisi sungsang ditambah dengan plasenta berada dibawah, sehingga kemungkinan lahir secara normal menjadi berat.
Walaupun beberapa kali check up ke dokter kandungan langganan dengan di-support obat, tetapi sampai waktu sudah mendekat situasi tetap tidak berubah. Dan akhirnya, keputusan caesarean pun diambil. Takut awalnya. Beberapa teman ada yang kasih saran, tentang caesarean, dan salah satu dari saran tersebut adalah menggunakan BPJS.
Tentu, biaya yang dibutuhkan untuk caesarean tidak sedikit, inilah salah satu faktor mengapa sebenarnya kami awalnya menghindari. Tapi kami coba ikuti saran dari teman tersebut. Beruntungnya, kami berdua memiliki fasilitas BPJS dari tempat kerja masing - masing, yang awalnya jarang kami gunakan.
Singkat cerita, jalanlah kami dengan BPJS bolak - balik mengurus rujukan ke Dokter Decyaran Lebang di RS Budi Kemuliaan Batam. Setelah beberapa kali check up, sampai akhirnya pada tanggal 17 Maret 2016 istri ingin check up karena kondisi kehamilan sudah agak sulit untuk tidur.
Padahal saat itu saya masih bekerja, sehingga istri menyetir mobil sendiri ke Rumah Sakit. Syukur Alhamdulillah istriku masih dalam lindungan-Nya sehingga bisa sampai Rumah Sakit dengan selamat.
Sempat tidak mengira juga kalau akhirnya Dr. Lebang menawarkan untuk dilakukan caesarean keesokan harinya, ini dikarenakan menurut beliau kondisi air ketuban istri sudah mulai mengeruh, sehingga dikhawatirkan terjadi hal - hal yang tidak diinginkan.
Sementara di tempat kerja, aku sangat kaget ketika tahu besok istri harus dioperasi. Meskipun sudah menyiapkan hal - hal di kantor, tapi tetap saja saya agak cemas dan buru - buru.
Setelah menginap di Rumah Sakit semalaman, akhirnya hari yang ditunggu tiba. Jantung berdebar, orang tua istri sempat cemas, tapi masih berusaha menahan.
Saat mengantar istri masuk ke ruang operasi-lah, hati jadi makin gugup, untuk menghabiskan waktu tunggu operasi selama kira - kira 90 menit.
Jarum jam pas pukul 17:09 WIB, seorang suster memanggilku sambil menggendong bayi, dia berkata, "Pak Prasasti, Selamat ya, anak anda telah lahir, perempuan. Silahkan ikuti saya untuk mengurus berkas - berkas di ruang bayi".
Deg, Alhamdulillah, Shakira Andien Adeeva telah lahir, dan setelah memastikan keadaan istri, aku segera meluncur ke ruang bayi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar